Ta'limDiniyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) https://tdjpai.iaiq.ac.id/index.php/pai <p><strong>Ta’limDiniyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)</strong></p> Prodi Pendidikan Agama Islam IAI Al-Qodiri Jember en-US Ta'limDiniyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) 2746-7600 Rekatulisasi Etika Guru Dalam Pembelajaran PAI Perspektif KH. Hasyim Asy’ari Dalam Kitab Adâbul‘Âlim Wa Al Muta’allim Fî Mâ Yahtâju Ilaihi Al-Muta’allim https://tdjpai.iaiq.ac.id/index.php/pai/article/view/13 <p>Penelitian ini dilakukan karena fakta dilapangan masih ditemukan guru yang inkonsisten dalalm kode etik profesinya. Padahal seorang guru adalah seseorang yang digugu lan ditiru. Artinya, pribadi guru selayaknya menjadi tauladan, baik perkaataan atapun perbuatannya bagi peserta didik khususnya. Untuk memenuhi tuntutan kualitas etika guru, KH. Hasyim Asy’ari melalui karyanya “kitab Adâbul‘Âlim Wa Al Muta’allim Fî Mâ Yahtâju Ilaihi Al- Muta’allim dapat dijadikan wawasan pemikiran pemikiran untuk guru dalam menjalani profesinya.</p> <p>Oleh karena itu, maka fokus dari penelitian ini adalah (1) Bagaimana konsep etika guru dalam pembelajaran pendidikan agama Islam perspektif K.H. Hasyim Asy’ari dalam kitab Adâbul‘Âlim Wa Al Muta’allim Fî Mâ Yahtâju Ilaihi Al-Muta’allim ? (2) Bagaimana dampak etika guru dalam pembelajaran pendidikan agama Islam? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1). Untuk mendeskripsikan konsep etika guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam Perspektif KH Hasyim Asy’ari dalam kitab Adâbul‘Âlim Wa Al Muta’allim Fî Mâ Yahtâju Ilaihi Al- Muta’allim (2) Untuk mendeskripsikan Implikasi etika guru dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.</p> <p>Dalam rangka reaktualisasi konsep KH. Hasyim Asyari, library research menjadi metode dalam penelitia. Data-data sepenuhnya bersuber kepada kepustakaan yang kemudian dianalisis dengan metode content analysis.</p> <p>Kesimpulan penelitian adalah (1) Etika guru menurut KH. Hasyim, yaitu bersikap muraqabah kepada Allah, sakinah, sebagai penasehat dan pembimbing, melaksanakan syariat Islam, memanfaatkan waktu luang untuk beribadah dan menyusun karya tulis, tidak menjadiakan ilmu media mencari tujuan duniawi, mendahulukan materi yang penting serta mengajar dengan memperhatiakan karakteristik dari masing-masing peserta didiknya, menyayangi semua murid dan memperbaiki niat untuk mencari ridha Allah. (2) Implikasi etika guru menurut KH.Hasyim Asy’ari dalam pembelajaran PAI, yaitu memiliki sifat keikhlasan, Qanaah, mulazamah untuk khusyuk, berperilaku wira’i, sederhana, tawadhu’, berperilaku kasih saying, sabar, memanfaatkan waktu dengan baik, menghindari hal-hal yang maksiat dan mampu introspeksi diri.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong><strong>: </strong><em>Etka guru; </em><em>pendidikan agama Islam;</em><em> Adâbul‘Âlim Wa Al Muta’allim Fî Mâ Yahtâju Ilaihi Al-Muta’allim.</em></p> Fathor Rahman Achmad Muhlis Copyright (c) 2021 Ta'limDiniyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) 2021-04-19 2021-04-19 1 2 110 128 10.53515/tdjpai.v1i2.13 Manajemen Kurikulum Pembelajaran PAI https://tdjpai.iaiq.ac.id/index.php/pai/article/view/10 <p>Penelitian bertujuan untuk mendiskripsikan tentan manajemen kurikulum pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan mengguna pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian library research. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa: 1) perencanaan pembelajaran PAI merupakan suatu proses pengambilan keputusan tentang apa yang harus di lakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran PAI. Komponen perangkat perencanaan kurikulum pembelajaran PAI antara lain sebagai berikut: Menetukan Alokasi Waktu dan Minggu efektif; Menyusun Prota, Promes, Silabus dan RPP; 2) pelaksanaan kurikulum pembelajaran PAI merupakan proses berlangsungnya belajar mengajar di kelas yang merupakan&nbsp;inti dari kegiatan di lembaga pendidikan. Pelaksanaan kurikulum pembelajaran PAI&nbsp;mencakup tiga tahap pembelajaran yaitu tahap pendahuluan atau pra pembelajaran, inti pembelajaran dan penutup pembelajaran PAI; 4) evaluasi kurikulum pembelajaran PAI merupakan sutau proses untuk mengawasi dan menilai tentang proses pembelajaran yang telah dilakukan dan kemampuan peserta didik yang sudah melakukan kegitan pembelajaran PAI baik menilai kamampuan pengetahun, sikap atau perilaku dan keterampilan peserta didik. Evaluasi kurikulum pembelajaran PAI mencakup dua aspek yiatu evaluasi hasil belajar dan evaluasi proses pembelajaran. Adapun alat evaluasi kurikulum pembelajaran PAI di antaranya yaitu tes hasil belajar, kriteria test dan jenis-jenis tes. Sedangkan dari cara pelaksanaan, tes dapat dibedakan menjadi tes lisan, tes tulisan dan tes perbuatan.</p> Nurul Anam Copyright (c) 2021 Ta'limDiniyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) 2021-04-19 2021-04-19 1 2 129 143 10.53515/tdjpai.v1i2.10 Perapan Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Membina Akhlak Siswa Kepada Allah Di Mts. Miftahul Ulum Mayang Jember https://tdjpai.iaiq.ac.id/index.php/pai/article/view/11 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang penerapan Strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa kepada Allah. Untuk mendiskripsikan tujuan tersebut, maka metode dan prosedur penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran PAI dalam membina akhlak siswa kepada Allah di MTs. terdiri dari dua strategi saja, yaitu strategi berbasi CTL dan SAL. Kedua strategi tersebut sudah diimplementasikan sesuai dengan ketentuan dan digunakan untuk membuat peserta didik mampu memahami, mengerti, meniru dan mempraktekkan tentang taqwa, taubat dan tawakkal kepada Allah dalam setiap aktifitas sehari-hari</p> Nafilatul Hasanah Copyright (c) 2021 Ta'limDiniyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) 2021-04-19 2021-04-19 1 2 144 157 10.53515/tdjpai.v1i2.11 Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Siswa Difabel Di Sekolah Luar Biasa (SLB) C TPA Jember https://tdjpai.iaiq.ac.id/index.php/pai/article/view/9 <p>Latar belakang penelitian ini bermula dari ketertarikan penulis terhadap proses pembelajaran pendidikan agama Islam bagi siswa Difabel di SLB C TPA Jember. Karena di sekolah tersebut siswa berasal dari latar belakang keluarga, tingkat kecerdasan, dan jenis kekhususan yang berbeda. Guru harus benar-benar mampu memilih metode pembelajaran yang tepat agar siswa mampu mencapai tujuan penddikan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif yang berlatar belakang di SLB C TPA Jember. Pertanyaan penelitian adalah bagaimana metode pembelajaran dan bagaimana hasil pembelajaran. Teknik pengumpulan data yaitu teknik Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Setelah semua data dengan teknik analisis kualitatif dan dengan model Miles da Hubernman, melalui langkah-langkah sebagai berikut: Pengumpulan Data, Penyajian Data, Reduksi Data Dan Penarikan Kesimpulan.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang digunakan guru dari jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB adalah metode <em>Storytelling</em> (bercerita) digunakan guru untuk memberikan pengetahuan, tanya jawab digunakan guru untuk melatih rasa percaya diri, dan revititive (mengulang) digunakan guru untuk mencantolkan pengetahuan yang sudah dipelajari agar tidak lupa. Metode pembelajaran yang digunakan guru memberikan pengaruh yang cukup baik terhadap hasil belajar baik secara akademik maupun non akadmik. Selain hasil secara akademik dan non akademik siswa yang mengalami perkembangan, perubahan sikap dan perilaku siswa terlihat jelas sebagai hasil dari pendidikan agama Islam baik yang dilakukan di sekolah maupun di rumah</p> Muhamad Ansori Copyright (c) 2021 Ta'limDiniyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) 2021-04-19 2021-04-19 1 2 158 176 10.53515/tdjpai.v1i2.9